Arab Saudi Mulai Serius Garap Penggunaan Kripto dan Tech Blockchain

nationalprobono – Tak mau ketinggalan dengan yang ada, pemerintahan di negara Arab Saudi mulai menyatakan niat mereka untuk mengeksplorasi penggunaan kripto dan teknologi blockchain.

Selain itu, dalam laporan yang sama mengatakan juga kalau negara ini sedang mempelajari teknologi Web3 dan bagaimana cara memanfaatkannya.

Pejabat terkait yang juga asisten Mentri Dalam Negeri untuk teknologi, Pangeran Bandar Bin Abdullah Al Mishari, menunjukan kalau negara Arab Saudi masih banyak PR sebelum berhasil membangun solusi berbasis blockchain.

Meski banyak webinar yang membahas implementasi blockchain di pemerintahan, pangeran Bandar merasa negaranya lebih membutuhkan orang-orang berbakat yang inovatif dalam teknologi itu.

Pada akhirnya mereka nanti bisa menghasilkan solusi menggunakan blockchain baik untuk Web3 ataupun mata uang kripto.

Sang pangeran juga menyarankan pihak kerajaan tidak hanya mempekerjakan ahli blockchain tetapi harus bekerja sama dengan universitas untuk mengembangkan kurikulum di blockchain dan Web3.

Meski pemerintah Saudi belum membuat keputusan mengenai penggunaan cryptocurrency , survei baru-baru ini menunjukkan lebih dari setengah penduduk negara itu percaya mata uang digital harus digunakan untuk pembayaran.

Baca juga : Ikuti Trend, Berikut Daftar Lima NFT Terkenal di Pameran Arab Saudi

Mereka percaya hal tersebut karena bisa memudahkan pengriman dana lintas batas (Cross-border payment) serta rendahnya biaya yang dikenakan.

Pada bulan Februari lalu, Arab Saudi juga diketahui mulai investasi besar-besaran dalam teknologi metaverse dan blockchain.

Hal ini juga diharapkan pihak kerajaan bisa mengurangi ketergantungan mereka yang tinggi pada minyak di masa depan.

Investasi itu salah satunya menyasar sebuah perusahaan bernama NEOM Tech & Digital Company senilai 1 miliar dolar.

Perusahaan ini, menurut Saudi Press Agency resmi, berencana untuk meluncurkan metaverse sendiri, mengacu pada dunia digital 3D di mana pengguna dapat berinteraksi satu sama lain.

Perusahaan minyak milik negara Arab Saudi, Aramco, juga akan menginvestasikan $1 miliar dalam dana modal venturanya, Prosperity7 Ventures.

Jika berhasil, Arab Saudi akan bergabung dengan negara lain yang telah menerapkan teknologi blockchain.

Beberapa di antaranya termasuk Chili, untuk Departemen Energinya; Inggris, untuk pembayaran kesejahteraan dan pinjaman mahasiswa dan Georgia untuk sertifikat tanah.

Baca artikel selanjutnya :

Leave a Comment

https://linktr.ee/slot_deposit
https://beacons.ai/mposlot_deposit
https://linklist.bio/slot_deposit
https://conecta.bio/slot-deposit
https://biolinky.co/slotdeposit
https://joy.link/slot-deposit
https://slotdeposit.start.page
https://ohmy.bio/slot-deposit